Hi, tumblyyyy! Hari ini aku punya banyak cerita. Ngga banyak sebenernya, cuma beberapa kesal-kesal dan bad mood yang aku alami belakangan ini.
Hari ini jalan seperti biasa, bangun pagi, sekolah, pulang, dan berujung pada post ini. Tapi aku dapat kabar kalau orang yang aku pernah cerita di postingan sebelumnya datang lagi, sebut aja ‘A’ yaaa!
Jadi si A ini masih nekat ngga mau kehilangan fansnya, satupun. Bahkan pacar aku yang udah lamaaaa banget ga contact sama A. Jadi tadi sore aku cerita-certa banyak sama pacarku tapi mungkin ngga akan aku ulas semua disini. Dia bilang A pernah tiba-tiba chat di ym atau sms atau apalah sejenisnya, dia bilang kalo dia inget pas saat-saat pacar aku dulu nembak dia tapi ditolak gara-gara dia udah nerima pacar barunya 6 jam yang lalu tahun 2008, Agustus. Yang pacar aku ceritain dan paling buat aku berpikir kalo dia itu sejenis jalang atau apalah waktu dia bilang ‘kalau aja kamu lebih cepet 6 jam, pasti bakal aku terima.’ What the heckkkkk!! I obviously still remembered his words in my head when he told me this slutty thing. Tapi syukurlah dia udah ngga suka sama si A ini karena ototnya (well, I was laughing like a freak when I saw his face like said ‘yuck’ for her muscles) and also her stone boobs. Ups! HAHA.
Aku pikir ngga lucu ya, kasih harapan buat orang yang dulu pernah suka sama kita saat kita atau mereka dalam status punya pacar. Dan kalau boleh aku kasih tau, aku buat satu folder di komputer ini yang isinya tentang printscreen kata-kata dia yang udah aku arrange ulang.
Yeah, aku tau dunia ngga akan selalu baik sama kita, like my boyfriend said. Tapi please, apa salahku untuk ini. Aku pernah ngejek dia sebelum ini? Ngga. Dia pernah ngejek aku sebelum atau sekarang ini? Iya. Bahkan dia bilang aku cewek ngga bener, or whatever.
Kalau kamu baca ini ya, aku cuma mau bilang: Flirting with my boyfriend who was your ex-love-interest isn’t good at all. Don’t call me bitch if you do, bitch.

